EDISISULTRA.COM, KONAWE UTARA – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Marthen Minggu menegaskan jika uang pembebasan lahan pembangunan hunian tetap (Huntap) telah siap sebesar Rp4,7 M.
Soal kapan realisasi pembayaran lahan, kata Marthen Minggu, pihaknya sisa menunggu usulan dari instansi terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut.
“Kalau nda salah itu Rp4,7 M. Uang sudah siap. Sekarang itu yang masalah kita nda bisa bayar kalau tidak diminta. Sekarang pertanyaannya kenapa belum diminta,” katanya, Jumat (9/9/2022).
Menurut Marthen Minggu, jika dana tersebut ingin dicairkan maka instansi yang harus mengajukan adalah BPBD.
“Iya (BPBD red). Sampaikan sama bencana agar diminta uangnya supaya bisa didistribusikan ke bawah. Saya tidak tau masalahnya, apakah masih diklierkan datanya di lapangan atau bagaimana,” ujarnya.
“Bahkan kalau permintaannya minggu depan, minggu depan juga kita cairkan. Kan setelah ganti rugi, dana dari pusat itu turun,” sambungnya.
Ditempat terpisah, Kepala BPBD Konut, NS Aidin mengatakan, jika saat ini instansinya sedang melakukan ferivikasi dan pemantapan lahan untuk pembangunan huntap.
“Hari ini sudah hari ketiga ferivikasi dan pemantapan lahan. Puusuli dan Puuwonua sudah selesai, sekarang sisa kita lanjutkan di Kecamatan Asera,” ujarnya.
Soal uang pembebasan lahan, lanjut NS Aidin, anggarannya telah tertuang dalam DPA BPBD sisa menunggu validasi data.
“Sekarang kita upayakan bulan ini selesai. Kemudian pemetahaan lahannya masuk di bulan Oktober. Selesai itu kita lanjut ke Jakarta untuk MoU dengan BNPB,” terangnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Konut itu menambahkan, untuk pembangunan huntap dibutuhkan lahan seluas 6 hektare.
“Realisasinya setelah klier semua. Sekarang sementara pendataan melibatkan tim tekhnis seperti PU, kemudian data itu akan digunakan oleh pihak BPN untuk turun lapangan memastikan seperti apa. Data BPN ini nantinya akan kita gunakan sebagai dasar pembayaran,” tutupnya.
Redaksi